Connect with us

SukaSinema

Mari Bernostalgia Bersama 13 Film Tahun ’90-an Ini!

Film

Mari Bernostalgia Bersama 13 Film Tahun ’90-an Ini!

Mari Bernostalgia Bersama 13 Film Tahun ’90-an Ini!

2019 akan menjadi tahun terakhir yang menjadi perayaan 20 tahun film-film yang rilis pada tahun 1990-an. Selama satu dekade terakhir, perayaan nostalgia film telah sangat kuat dan dengan film-film yang telah dirilis, maka tidak mengherankan.

13 film yang akan ada dalam daftar satu ini mungkin adalah beberapa film yang paling diingat dari 1990-an. Film-film ini juga sangat beragam dari film keluarga hingga film thriller. Berikut ini adalah 13 film yang dapat membuat Anda bernostalgia kembali dalam tahun ’90-an.

Space Jam

Segitiga yang sempurna mengenai kesukaan tahun ’90-an muncul dalam Space Jam. Nostalgia untuk Looney Tunes, kekaguman akan karir olahraga Michael Jordan yang legendaris, dan musik yang keren. Ketiga hal tersebut menjadi hal-hal yang paling disukai oleh para anak-anak yang menonton film ini ketika tumbuh besar. Tambahkan beberapa referensi komedi pada era tersebut dan Anda akan mendapatkan sebuah film yang sangat coock untuk tahun ’90-an.

Forrest Gump

Sepertinya tahun ’90-an sendiri sudah menjadi era nostalgia juga. Film yang paling dikenang pada dekade tersebut selanjutnya adalah Forrest Gump yang disutradarai oleh Robert Zemeckis. Sebuah film yang sangat membuat hangat hati namun juga pedih hingga membuat para penonton dapat menangis. Sang protagonis yang diperankan oleh Tom Hanks melalui sejarah hidupnya dengan cara yang membuat orang dewasa mengenang masa mudanya. Terkadang kehidupan itu seperti sekotak cokelat, dan ketika Anda menangisi hal-hal yang Forrest lalui, cokelat dapat membantu.

Titanic

Anda pasti sudah dapat mendengarnya, lantunan siulan yang bercampur dengan suara ombak lautan, juga suara Kate Winslet yang terkesima ketika melihat dirinya terbang. Titanic telah mengakar dalam ingatan Anda dan Anda bahkan tidak perlu menjadi anak ’90-an untuk itu. Film ini memang masih menimbulkan debat ilmiah, namun juga memiliki rekor bioskop dan juga lagu Celine Dion yang selalu ada dalam pikiran. James Cameron, sang sutradara, berhasil menciptakan kapal raksasa penuh impian bagi mereka yang menontonnya di bioskop ketika baru dirilis maupun yang menonton di rumah hingga saat ini.

Pulp Fiction

Jika Reservoir Dogs adalah tembakan peringatan yang memulai karir Quentin Tarantino, maka Pulp Fiction adalah rentetan tembakan yang menyelesaikan perkenalan sang sutradara. Dengan plot yang tersulam dalam dunia yang sama, beberapa dialog yang sangat cocok untuk dikutip, dan keunikan Tarantino dalam membuat film penuh humor kelam, para penonton langsung menyukai film ini.

The Lion King

Sama seperti bagaimana Titanic langsung membangkitkan nostalgia dari namanya saja, Anda juga pasti dapat membayangkan pembuka film The Lion King ketika judulnya disebut. Sebuah film yang masih terus menjadi pencapaian besar Disney hingga sekarang. Film yang mengajarkan anak-anak mengenai pelajaran hidup tentang tanggung jawab, menghibur mereka dengan lagu yang asyik, dan mungkin membuat banyak anak trauma karena kematian Mufasa. Sebuah lingkaran kehidupan.

Jurassic Park

Orang-orang menyukai dinosaurus, dan buktinya sudah terlihat berulang kali. Namun ketika Jurassic Park dirilis pada tahun 1993, bahkan tidak ada yang dapat mengira betapa besarnya taman hiburan bertema dinosaurus karya sutradara Steven Spielberg ini. CGI film ini sangat sukses dan semua orang dapat melihat sebuah petualangan yang merupakan hasil dari 65 juta tahun sejarah kehidupan makhluk hidup di bumi.

The Silence of the Lambs

Hal terbesar yang biasanya dilupakan oleh para penonton ketika membicarakan The Silence of the Lambs adalah bahwa Clarice Starling sebenarnya merupakan sang karakter utama film ini. Hal tersebut bukan merupakan pukulan untuk pemeranan Jodie Foster akan sang karakter yang diangkap dari novel Thomas Harris. Namun justru sebuah testimoni untuk betapa mengerikannya pemeranan Anthony Hopkins sebagai Hannibal Lecter untuk para penonton di era tersebut. Hannibal masih sangat mengerikan dan cemerlang saat ini sama seperti dulu, namun seiring waktu berjalan, semakin mudah untuk melihat bagaimana karakter Jodie Foster menjadi pelengkap yang tepat.

The Matrix

Dimulai dengan iklan Super Bowl yang menanyakan satu pertanyaan penting: “Apa itu The Matrix?” Beberapa bulan kemudian, jawabannya terpampang sangat jelas: sebuah tambang penuh keemasan budaya. Menyampurkan pengaruh dari anime, film kung fu, dan filsafat, Wachowski bersaudara mengguncang dunia dengan karya mereka mengenai perseteruan sengit antara manusia dan mesin. Sebagai sutradara, mereka juga jadi terkenal sebagai pembuat film yang tidak takut membuat hal yang aneh dan membantu Keanu Reeves mulai menjadi bintang film laga.

The Big Lebowski

Bowling sedikit kehilangan kehebatannya pada tahun ’90-an, karena olahraga tersebut menjadi olahraga yang hanya dilakukan oleh bapak-bapak. Lalu datang The Big Lewbowski, yang memperkenalkan The Dude, sang pria yang membuat bowling kembali keren. Seorang pemalas yang santai menjalani hidupnya dan senang membuat jalanan berisik dengan mobilnya. Olahraga kesukaannya membantunya keluar dari rumitnya masalah yang ia miliki dengan seseorang bernama sama. Maka sekarang ketika Anda mendengar bowling, Anda akan membayangkan Jeff Bridges melemparkan bola.

The Shawshank Redemption

Beberapa kisah dimulai dengan rasa seperti sebuah dongeng, lalu kemudian dibentuk hingga membuat bahkan orang dewasa menyukainya. The Shawshank Redemption adalah jenis film seperti itu. Stephen King berhasil menciptakan dunia yang berada dalam realita kita sendiri, namun Andy Dufrense harus melalui masalah yang tidak pernah dilalui pangeran ataupun putri pada umumnya. Melihat film klasik Frank Darabont bangun dari keterpurukan di bioskop hingga menjadi sebuah klasik, berkat toko video jaman dulu, rasanya seperti melihat Andy keluar dari selokan.

Clueless

Jika Anda ingin mempelajari budaya era ’90-an, Anda harus mengikutsertakan Clueless di dalamnya. Pakaiannya, gaya bicaranya, dan penggunaan budaya pop untuk mengadaptasi kisah klasik Emma karya Jane Austen. Semuanya adalah pertanda budaya dekade tersebut, dan karakter Cher yang diperankan Alicia Silverstone sangat tepat untuk merepresentasikan aspek-aspek tersebut. Lalu, jika Anda ingin melihat bukti bahwa Paul Rudd tidak bisa menua, tontonlah Clueless tepat sebelum Anda menonton Avengers: Endgame. Tidak ada perubahan.

Seven

Satu lagi pertanyaan yang membuat para penonton gila sepanjang dekade ini adalah “Apa isi kotaknya?” David Fincher telah membuat semua penonton tergantung, entah untuk mengolok atau dengan sengaja dan serius, ketika Seven berakhir. Menyaksikan Brad Pitt dan Morgan Freeman menjalankan tugas detektif mereka membantu memperkenalkan David Fincher sebagi sutradara bertalenta yang harus diawasi. Namun film ini juga memberikan kita sebuah kisah misteri terbaik yang dikisahkan dengan sangat kelam.

Men In Black

Lebih dari 20 tahun yang lalu, Agent J dan Agent K melindungi Bumi dari para penjahat terburuk di seluruh alam semesta. Film Men In Black berhasil membuat Will Smith menjadi raja bioskop pada tanggal 4 Juli. Dengan menyampurkan aspek komedi dan drama ke dalam kisahnya mengenai organisasi rahasia yang bersumpah untuk mengawasi dan melawan aktivitas ekstraterrestrial, dan juga pemilihan aktor yang sangat baik dengan menaruh Will Smith di sebelah Tommy Lee Jones, Men In Black adalah sebuah film yang sangat seru untuk ditonton ulang. Rasanya hampir seperti Anda menontonnya kembali untuk pertama kalinya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

Advertisement

Trending

Topik

To Top