Connect with us

SukaSinema

Rayakan 20 Tahun ‘Kuldesak’, Akan Ada Penayangan Ulang Di Akhir Tahun

Film

Rayakan 20 Tahun ‘Kuldesak’, Akan Ada Penayangan Ulang Di Akhir Tahun

Rayakan 20 Tahun ‘Kuldesak’, Akan Ada Penayangan Ulang Di Akhir Tahun

Kuldesak adalah salah satu film Indonesia yang sangat berbeda dibanding film lain pada zamannya. Film ini dirilis pada tahun 1998 dan bergenre drama komedi gelap. Hingga saat ini, film ini dianggap sebagai salah satu pencetus gerakan film indie di Indonesia.

Film ini berkisah tentang empat orang pemuda yang hidup di Jakarta pada tahun 1990-an. Dalam mengejar mimpi mereka, mereka harus berhadapan dengan realitas yang mendorong mereka untuk membuat keputusan radikal. Hebatnya, film ini disutradarai oleh empat sutradara sekaligus. 

Keempat sutradara yang mengarahkan Kuldesak juga bukan sutradara biasa. Mereka adalah Riri Riza, Mira Lesmana, Nan Achnas, dan Rizal Mantovani. Film ini juga sekaligus menjadi film pertama bagi keempat sutradara tersebut.

Tahun ini, Kuldesak genap berusia 20 tahun sejak dirilis. Dalam perayaannya, Miles Films bekerja sama dengan Bekraf melakukan penerbitan bukunya. Selain itu, kedua pihak tersebut akan menayangkan kembali film Kuldesak pada akhir tahun nanti.

“Film ini tidak ditayangkan di TV, tidak bisa dicari potongan filmnya di manapun,” ujar Mira Lesmana pada minggu lalu. “Itu dikarenakan memang kita hanya menyimpan 35mm copy filmnya. Baru sekarang akhirnya kita nonton di sini.”

“Saya berharap Kuldesak juga bisa mengingatkan banyak orang bahwa membuat sesuatu yang berbeda dan lain, bisa menambah gairah industrinya,” lanjut MirLes. “Kadang kita harus berani untuk membuat hal yang tidak biasa. Mungkin kalo sekarang temen-temen liat Kuldesak lebih kaya, ini cocok untuk hari ini.”

Akan tetapi, Mira Lesmana lanjut menjelaskan bahwa hal tersebut tidaklah sama pada zamannya dulu. “Tapi di masa lalu ketika kita berdampingan dengan filmnya Teguh Karya, Eros Djarot, Bayu Nugroho, kita adalah sesuatu yang sangat berani dan berbeda,” cetusnya. “Itu bisa mengingatkan ketika kita bisa mendobrak itu akan memperkaya industrinya. Mudah-mudahan bisa lebih beragam lagi.”

Saat menjelaskan tapak tilas film yang penuh dengan sejarah ini pun Mira Lesmana terlihat sumringah. Ditambah lagi, film ini sangat sulit untuk disaksikan orang awam karena belum direstorasi secara digital. Hal tersebut menyebabkan film ini tidak bisa dicari di platform manapun. Sedangkan untuk merestorasinya sendiri akan memerlukan waktu 2 tahun menurut Mira.

“Makanya kita akan puter ulang setiap ada kesempatan,” ujar sang sutradara. “Misalnya di bioskop kecil atau bioskop keliling. Di situ bisa liat Kuldesak. Atau kalo di Jakarta di Kineforum.”

Terdapat kabar gembira juga bagi para penggemar film Indonesia yang penasaran ingin menyaksikan langsung. Tak lama lagi, film Kuldesak dapat kembali ditonton di bioskop. Kuldesak akan ditayangkan pada beberapa bioskop di seluruh Indonesia pada tanggal 30 Desember 2018 nanti.

“Untuk 30 Desember nanti kita akan puter satu show aja di jam kedua di beberapa kota, nanti akan kita informasikan lewat socmed,” jelas Mira Lesmana.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

Advertisement

Trending

Topik

To Top