Connect with us

SukaSinema

8 Film Original Netflix Tahun 2018 Yang Wajib Ditonton!

Film

8 Film Original Netflix Tahun 2018 Yang Wajib Ditonton!

8 Film Original Netflix Tahun 2018 Yang Wajib Ditonton!

Dalam beberapa tahun terakhir ini, Netflix telah berkembang semakin besar tiap tahunnya. Awalnya hanya berfokus memberikan layanan streaming secara legal, sekarang Netflix juga menjadi produksi film dan serial TV.

Perusahaan yang sedang naik daun dalam dunia perfilman ini mulai memasuki radar produksi film pada tahun 2015. Hingga sekarang, Netflix terus memproduksi dan mendistribusi film originalnya. Ada puluhan film yang dibuat oleh Netflix tahun ini saja, memang tidak semuanya mendapat komentar yang positif, namun angka tersebut tetap luar biasa.

Dalam tahun 2018 ini Netflix memiliki beberapa film yang mendapatkan komentar positif dari para kritikus. Beberapa di antaranya juga belum dirilis namun telah sangat ditunggu-tunggu dan memiliki ekspektasi yang besar. Berikut ini adalah 8 film original Netflix Tahun 2018 yang harus Anda tonton.

The Cloverfield Paradox

Sebuah film science fiction horror yang bercerita tentang sekelompok astronaut. Mereka sedang dalam misi luar angkasa untuk memecahkan masalah kelangkaan energi di Bumi. Setelah berada lama di angkasa, mereka harus kembali lagi ke Bumi tanpa menyadari bahwa mereka telah memasuki dimensi lain.

Film yang disutradarai oleh Julius Onah ini adalah bagian dari franchise Cloverfield. Film ini merupakan film ketiga yang bertindak sebagai prekuel dari dua film sebelumnya, Cloverfield (2008) dan 10 Cloverfield Lane (2016). Film ini dibintangi oleh Daniel Bruhl, Gugu Mbatha-Raw, Chris O’Dowd, David Oyelowo, Zhang Ziyi, Elizabeth Debicki, Aksel Hennie, dan John Ortiz.

Cargo

Sebuah film post-apocalyptic drama thriller yang bercerita tentang seorang Ayah di pedesaan Australia. Sebuah virus yang ganas dan dapat mengubah seseorang menjadi zombie dalam waktu 48 jam mewabah di negara tersebut. Andy (Martin Freeman) tanpa sengaja terkena virus tersebut dan dirinya harus mencari seseorang untuk merawat anak bayinya sebelum ia berubah menjadi zombie.

Cargo berhasil membawa pendekatan mengenai wabah zombie dengan cara yang lebih emosional. Film ini terlihat berbeda dengan film zombie lainnya berkat keindahan alam Australia dan performa luar biasa yang diberikan oleh Martin Freeman.

To All The Boys I’ve Loved Before

Bagaimana jika semua orang yang pernah Anda sukai mengetahui tentang perasaan Anda secara bersamaan? Sayangnya, mimpi buruk itu dialami oleh Lara Jean ketika surat cinta yang ia tulis untuk semua orang yang pernah ia sukai terkirim ke yang dituju. Lara tidak tahu siapa yang mengirimkannya, namun ia tahu bahwa kehidupannya akan berubah drastis setelah kejadian ini.

To All The Boys I’ve Loved Before adalah sebuah film komedi romantis klasik yang mengikuti aturan mainnya. Akhirnya sudah cukup dapat ditebak sejak lama, namun bukan berarti film ini tidak seru ataupun menyenangkan. Film ini berhasil membuat penontonnya merasa kembali ke era awal 2000-an ketika film romantis sedang menguasai dunia perfilman. Ditambah dengan cast yang sangat mempesona, film ini adalah sebuah kisah cinta ringan yang wajib ditonton.

Hold The Dark

Berkisah tentang ahli alam dan serigala, Russell Core, yang pergi ke pinggir peradaban di Alaska utara. Ia pergi ke sana atas permintaan seorang Ibu muda yang anaknya dibunuh oleh sekumpulan serigala. Perjalanan mereka berdua untuk mencari serigala yang membunuh sang anak menimbulkan percikan rasa di antaranya. Namun ketika suaminya, Vernon, pulang setelah dibebaskan dari Perang Iraq, suasana semakin mengkhawatirkan karena sang Ayah dibutakan oleh balas dendam kematian anaknya. Russell Core pun terpaksa harus melalui perjalanan memasuki sumber kegelapan.

Film thriller satu ini memberikan estetika dalam setiap adegannya. Sang sutradara, Jeremy Saulnier, dengan baik menuntun penonton untuk merasakan ketegangannya. Film ini dibintangi oleh Jeffrey Wright, Alexander Skarsgard, James Badge Dale, Riley Keough, dan Julian Black.

Apostle

Berlatar belakang tahun 1905. Thomas Richardson pergi menuju pulau terpencil untuk menyelamatkan adiknya. Sang adik telah diculik oleh sebuah kultus misterius yang meminta uang tebusan agar dapat dibebaskan. Namun ternyata kultus ini mengambil langkah yang salah dengan memancing Thomas mendatangi mereka. Ia akan menggali lebih dalam mengenai rahasia dan kebohongan yang menjadi pondasi kultus ini.

Sebuah film horror yang ditulis dan disutradarai oleh Gareth Evans (The Raid). Film ini dibintangi oleh Dan Stevens, Lucy Boynton, Mark Lewis Jones, Bill Milner, Kristine Froseth, dan Michael Sheen. Sebenarnya Apostle telah ditayangkan secara terbatas pada festival film Fantastic Fest bulan ini. Namun, film ini baru akan dirilis di Netflix tanggal 12 Oktober 2018 untuk dinikmati khalayak.

The Night Comes For Us

Menceritakan kisah Ito, seorang tukang pukul yang bekerja untuk kelompok kriminal Asia Tenggara. Suatu saat, Ito tiba-tiba menghilang dan keseimbangan dalam kelompok tersebut terguncang. Tiba-tiba Ito kembali lagi ke dalam dunia kriminalnya, ia ingin meninggalkan kekelaman dunia tersebut untuk selamanya. Namun sebelumnya, ada banyak hal yang harus dia lakukan sebelum menyudahi segalanya.

Sebuah kebanggan bagi Indonesia karena The Night Comes For Us adalah film Indonesia pertama yang bekerja sama dengan Netflix untuk distribusinya. Film action thriller ini disutradarai oleh sang maestro Timo Tjahjanto. Film ini juga merupakan film pertama Joe Taslim sebagai pemeran utama. Selain Joe Taslim, ada sejumlah aktor dan aktris Indonesia papan atas lainnya seperti Iko Uwais, Yayan Ruhian, Julie Estelle, Arifin Putra, Oka Antara, Rio Dewanto, dan Epy Kusnandar. Film ini telah ditayangkan secara terbatas di Fantastic Film Festival namun baru akan masuk Netflix tanggal 19 Oktober 2018.

The Other Side of The Wind

Sebuah film mockumentary yang disutradarai, ditulis, diproduksi, dan disunting oleh Orson Welles sebagai peninggalannya. Film ini adalah sebuah satir mengenai lewatnya masa Hollywood Klasik dan munculnya pembuat film avant-garde di “New Hollywood” pada tahun 1970-an. Film ini dilakukan dalam gaya mockumentary yang tidak biasa dalam mode berwarna dan juga hitam putih.

Film ini pertama kali mulai dibuat pada tahun 1970. The Other Side of the Wind tidak langsung jadi dalam beberapa bulan karena pengambilan gambarnya selalu terhenti. Pengambilan gambar film ini akhirnya selesai pada tahun 1976. Setelah tidak ada kabar mengenai perilisannya selama beberapa dekade, akhirnya film ini ditayangkan pada Festival Film Internasional Venice ke-75 bulan Agustus lalu. Film ini direncanakan akan rilis di Netflix pada tanggal 2 November 2018.

Roma

Berlatar belakang tahun 1970-an. Film ini merupakan kisah semi-biografi dari sang sutradara, Alfonso Cuaron, mengenai masa pertumbuhannya di Kota Meksiko. Roma berkisah tentang sebuah keluarga kelas menengah dan pembantu rumah tangganya.

Film ini pertama kali ditayangkan pada Festival Film Internasional Venice ke-75 bulan Agustus lalu dan berhasil memenangkan piala Golden Lion. Roma direncanakan untuk dirilis di bioskop dan juga di Netflix pada tanggal 14 Desember 2018 mendatang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

Advertisement

Trending

Topik

To Top