Connect with us

SukaSinema

Aktor ‘Stranger Things’ Terkejut Dengan Kisah Emosional Billy Hargrove

Serial TV

Aktor ‘Stranger Things’ Terkejut Dengan Kisah Emosional Billy Hargrove

Aktor ‘Stranger Things’ Terkejut Dengan Kisah Emosional Billy Hargrove

Billy Hargrove meninggalkan dunia ini sama seperti caranya hidup: lantang dan pemberontak. Sang mantan perundung di SMA ini telah mendapatkan banyak musuh ketika ia bergabung dengan Stranger Things musim sebelumnya. Akan tetapi, setelah dirasuki oleh sang Mind Flayer musim ketiga ini, Billy menemukan kekuatan untuk melawan dan menyelamatkan orang lain. Sayangnya, hal tersebut harus ia lakukan dengan mengorbankan nyawanya sendiri.

Meskipun harus mengakhiri kisah karakternya dalam Stranger Things, aktor Dacre Montgomery senang dengan pencapaian Billy musim ini. Ia justru sebelumnya tidak tahu bahwa Matt dan Ross Duffer ingin membesarkan perannya begitu jauh. Dari yang tadinya hanya seorang karakter menyebalkan, menjadi antagonis utama yang mengerikan. Atau setidaknya menjadi antagonis mengerikan yang dirasuki monster.

“Ada pembacaan naskah sebelumnya, namun hanya untuk episode 1 dan 2,” jelas sang aktor muda. “Masalahnya mereka belum menyelesaikan semua episodenya di awal. Jadi ketika sedang membuat episode 1 dan 2, mereka baru selesai menulis episode 3 dan 4. Jadi kami mendapatkan naskahnya sangat mepet. Sangat sulit untuk mengejar waktunya.”

“Namun sering ada diskusi mengenai ke mana karakter Anda akan menuju pada awal kisahnya,” lanjut sang aktor dalam wawancara bersama IndieWire. “Jadi Anda sedikit memiliki gambaran. Namun saya tidak tahu bahwa cerita Billy akan menjadi sebesar ini pada awalnya. Saya sangat bersyukur.”

Ketika musim ini dimulai, Hawkins memasuki musim panas tahun 1985 dan Billy jauh lebih sombong daripada sebelumnya. Ia seperti dewa matahari dengan badan tegap berotot yang membuat para Ibu-ibu seksi memerhatikannya. Meskipun gayanya terlihat cukup berantakan, Dacre Montgomery memastikan bahwa Billy masih tetap terlihat menawan.

“Saya ingat pada film-film awal Mel Gibson ketika ia terlihat cukup genit,” ujar sang aktor. “Saya ingin mengikuti kualitas tersebut, jelas saja. Namun ini sangat menarik, karena sepertinya orang-orang membayangkan urusannya dengan Nyonya Wheeler di awal musim. Lalu itu yang mereka dapatkan, namun kemudian itu berubah begitu cepat ke arah yang jauh lebih mengerikan.”

Terinspirasi Oleh Jack Nicholson

Sebuah performa yang membuat bulu penonton bergidik, tenang dan tegas di satu saat, lalu menggelegar dan penuh kekerasan di saat selanjutnya. Montgomery mengungkapkan bahwa ia mempelajari karir Jack Nicholson untuk inspirasinya.

“Dalam semua filmnya, ia membuat pilihan akting yang sangat menarik yang saya pikir tidak dapat diprediksi,” ujarnya. “Lalu saya pikir itu membuat para penonton tetap tegang. Jadi saya kembali menonton Chinatown dan The Shining untuk melihat perbedaan antara kedua karakternya dalam film tersebut dan bagaimana mereka serupa.”

“Sementara untuk akting saya sesungguhnya, saya tidak terlalu suka untuk mengikuti orang atau mereplika yang telah saya lihat,” lanjutnya. “Sepanjang syuting, mengingat pilihan Jack Nicholson sangatlah menarik. Namun membuat pilihan saya sendiri, dalam monolognya, dalam apapun, itu sangat penting.”

Pada biasanya ketika Eleven menggunakan kekuatannya, ia memasuki kekosongan yang tidak memiliki pemandangan ataupun barang. Ia hanya melihat orang yang tengah ia cari. Akan tetapi ketika ia mencari Billy, ia harus menggali lebih dalam karena kesadarannya tertutupi oleh Mind Flayer. Justru hal tersebut membuat Eleven melihat pemandangan laut dalam ingatan Billy ketika masih kecil bersama Ibu kandungnya. Ingatan tersebut berasal dari sebelum sang Ibu meninggalkannya bersama Ayahnya yang abusif.

Adegan-adegan tersebut sebagian adalah hasil dari masukan Dacre Montgomery. “[Duffers Bersaudara] sangat kolaboratif,” ujar sang aktor. “Anda tidak pernah merasa bahwa tanggapan Anda tidak didengar atau bahwa Anda tidak diperhitungkan. Saya sangat ingin mengetahui mengenai Ibu kandung saya musim ini. Lalu itulah yang akhirnya digali dan dibongkar sepenuhnya.”

“Bekerja sama dengan Millie [Bobby Brown] musim ini, dia memiliki begitu banyak kedewasaan emosi,” tambahnya. “Saya hanya merasa bahwa kehidupan dapat dipancarkan darinya ke saya. Lalu kami berusaha untuk bekerja sama dengan satu sama lain.”

Adegan Terakhir Yang Melelahkan Secara Emosional

Akan tetapi dengan menggali ingatannya, Eleven justru membangkitkan sesuatu di dalam diri Billy. Akhirnya Billy lah yang terbangun dan melihat kembali dari kedua matanya sendiri. Pemandangan yang ia lihat adalah seorang gadis tak berdosa dan kawan-kawannya yang akan dikorbankan. Dengan teriakan menggelegar, ia mencegat sang Mind Flayer dalam sebuah adegan yang sulit untuk ditonton ketika tubuhnya ditusuk oleh para tentakel.

“Itu performa yang lebih membutuhkan fisik,” ujar sang aktor. “Namun itu juga lebih melelahkan secara emosional musim ini karena sangat emosional. Selalu ada perlawanan yang tidak terlihat dalam Billy sepanjang musim ini.”

Adegan terakhirnya adalah adegan yang paling melelahkan. “Saya sangat emosional, lelah,” ingatnya. “Itu dilakukan ketika masih sangat pagi sekali dan kami semua menangis bersama. Kami menaruh segalanya di dalam akhir tersebut dan kami sangat terbuka secara emosional. Pada hari terakhir kami syuting adegan yang sangat emosional, semuanya jatuh menangis.”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

Advertisement

Trending

Topik

To Top